Being yourself is never easy

Latest

Di antara Dua Cinta

Curhat on the spot soalnya hatiku lagi mendua lagi saat ini saat lihat facebook, jadi pengen berbagi aja dengan orang-orang. Berharap tidak satupun dari mereka membaca, aku hanya ingin bercerita.

Sudah setahun aku bersama dengan kekasihku saat ini, saat senang dan susah sudah kami lalui bersama. Pacarku benar-benar seorang gadis baik yang luar biasa, dia akan melakukan apapun untukku dan demi kebaikanku. Dia akan menyiapkan makan untukku, dia akan membereskan semua keperluanku, dia akan marah ketika aku tidak menuruti nasihatnya untuk meminum obatku. Singkat kata; dia gadis yang luar biasa.

Namanya Ish [sebut saja begitu], kupikir aku sayang padanya, sangat sayang sampai aku bingung kalau harus melewati hari tanpa dia. Aku over protektif dan sangat paranoid, untungnya dia masih bisa menghadapi sifat anehku itu. Aku egois, dan sialnya… aku ini mudah sekali tertarik dengan wanita lain, yang lebih tua pada intinya.

Ish tiga tahun lebih muda dariku, seksi… sangat seksi dan luar biasa menggairahkan, aku mencintai Ish dan mencintai tubuhnya. Sungguh suatu godaan yang tidak bisa kutolak. Satu tahun berlalu tanpa sedikitpun aku melirik wanita lain, secantik apapun, seseksi apapun… aku sama sekali tidak bernafsu, nampaknya Ish membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya ke dalam pelukannya. Aku tidak peduli, aku mencintai Ish dan berharap bisa menjalin masa depan dengan dia. Sebenarnya tidak pas setahun, hampir setahun aku tidak melirik wanita lain.

Sampai aku melangkah masuk ke kantor baru tanpa Ish, karena dia memutuskan untuk menjadi guru TK. Kami berpisah dan hanya bisa bertemu seminggu sekali atau dua minggu sekali, tergantung sesibuk apa aku di kantor baruku ini.

Lalu muncul dia, namanya Rie [sebut saja begitu]. Wanita berjilbab, seniorku, dua belas tahun lebih tua, cantik, menarik dan sangat kekanakan. Yang lebih parah, dia sudah menikah dan beranak tiga!

Awalnya aku sama sekali tidak punya perhatian khusus pada Rie, tidak ada sama sekali. Sampai sebuah kejadian membuatku bingung. Rie duduk di sebelahku dan bicara sambil mengayunkan HP-nya di depan wajahku, aku bisa merasakan nafasnya di pipiku. Kami sangat dekat dan aku merasakan hawa itu… hawa wanita kesepian. Dia ingin disentuh, ingin diperhatikan dan bodohnya… AKU LEMAH PADA HAWA ITU!

Aku terseret pada kehidupan Rie, terseret begitu dalam. Ketiga anaknya mencintaiku dalam itungan bulan, mereka berteriak jika aku datang ke rumah. Aku menyukai dua jagoan mungil itu dan putri sulung yang suka menulis, dia selalu tersenyum malu ketika kuminta memperlihatkan hasil tulisannya.

Entah sudah berapa lama aku berakhir di atas ranjangnya, tidak ada seks, tidak ada kontak fisik. Aku jatuh cinta padanya dan aku tahu dia membutuhkanku di sisinya. Suaminya tidak ada di sisinya, dan aku merasa bisa melengkapi seluruh kebutuhannya. Membuat anak-anaknya terdiam dan sibuk [baca: mau diatur], mengantarnya pergi, membetulkan komputer atau TV di kamarnya, mengurus asuransi mobilnya. Aku seorang gadis dan aku memiliki kelengkapan akan kehadiran pasangan yang tidak pernah ada di sisinya. Aku tahu dia menyayangiku dan aku mencintainya.

Tapi hubungan kami hanya platonik, pernah suatu ketika dia mengharapkan aku tidur di sisinya [tentu aja gak bisa karena aku masih punya orang tua] dan bermimpi aku tidur di sisinya sampai pagi. Yang kemudian dia menceritakan pada semua orang betapa dia berharap aku berada di sisinya malam itu [dia meninggalkanku tidur lebih dulu dan aku berjingkat pulang tanpa pamit]

Tidak ada seks, tidak ada kontak fisik tapi hatiku menggebu untuknya, keinginanku untuk menyentuhnya begitu kuat. Aku sampai lupa diri dan aku melupakan Ish.

Ish-ku yang cantik, Ish-ku yang manis, Ish-ku yang rupawan, Ish yang mencintaiku, Ish yang memberikan aku dunianya hanya karena dia mencintaiku. Ish… maafkan aku sayang…

Ish… aku tidak pernah menyentuh Rie, tidak pernah menciumnya, dia yang selalu memelukku.

Ish… aku tidak pernah ingin kamu meninggalkan aku, tapi hasratku untuk Rie tetap hidup. Aku masih menginginkan dia Ish…

Ish… aku mencintai kamu sayang… tapi aku juga mencintai Rie…

Ish… maaf aku berdusta padamu dengan mengatakan aku tidak lagi menginginkan Rie, aku tahu betapa murkanya kamu kalau aku masih berhubungan dengan Rie.

Aku melangkah keluar dari kantor baruku, bersama Rie di sisiku selama hampir enam hari dalam seminggu, aku takut aku bisa melukai Ish… Jadi kuputuskan untuk pergi, sekalipun Rie mencariku, dia mengatakan rindu padaku. Aku hanya tidak bisa kembali.

Aku mencintai Ish, aku tidak mau kehilangan dia… Rie… Rie… entah sampai kapan kamu mau bercokol di kepalaku. Berhenti menggenggamku erat Rie… aku merindukan jagoan cilikmu, aku ingin bicara dengan putri sulungmu, aku masih ingin berbaring di ranjangmu Rie… aku juga masih merindukanmu.

Ingin rasanya kudelete kamu dari friend list di fesbukku, tapi tidak bisa. Kamu terlalu cantik untuk kuhapus. Bahkan jika kupejamkan mata aku masih bisa mencium aroma parfum-mu, wangi tubuhmu, senyummu, kebodohanmu… Rie…

Tapi Ish… aku mencintainya… Aku mencintai dia dan tidak mau kehilangan Ish-ku.

Violet, Juli 28th 2010

Hello Girls!

Panggil saja saya Violet,

Hanya seorang anak perempuan biasa saja, dengan penampilan biasa dari keluarga biasa. Tapi aku punya kehidupan yang luar biasa.

Aku mencintai wanita, dan dicintai wanita.

Menulis adalah satu-satunya cara memberikan surat cinta terpanjang pada kehidupan yang kucintai ini. Aku mencintai hidupku, tapi aku tidak mau menyakiti kedua orang tuaku. Jadi seperti biasa, I stay on the closet.

Aku mencintai wanita dan seluruh keindahan yang ada pada mereka, suara, air mata, bibir, tubuh, mata, hidung, sentuhan wanita.

Selamat datang di Blog ini, masih baru dan masih bingungĀ  mau apa. Tapi ada satu yang mau saya sharing dengan para wanita [tidak peduli lesbi, biseks atau straight, yang penting mau share aja]. Satu atau dua cerita dari sembilan personality lesbian saya.

So girls… enjoy my blog!